Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Kekurangan Garam di Negeri Garam

Sejak 1998, Indonesia terpaksa mengimpor garam untuk kebutuhan konsumsi dan industri. Padahal, pada 1997, produksi garam dalam negeri mencapai 1,2 juta ton, dan tercatat masih surplus. Tahun berikutnya, produksi anjok menjadi hanya 240 ton.

 

KOK bisa, negeri tropis yang kaya air laut dan sinar matahari harus impor garam ke negeri empat musim? Kok bisa negeri dengan garis pantai terpanjang keempat di dunia kekurangan pasokan garam dalam negeri?

Itulah ironinya. Sejak 1998, Indonesia terpaksa mengimpor garam untuk kebutuhan konsumsi dan industri. Padahal, pada 1997, produksi garam dalam negeri mencapai 1,2 juta ton, dan tercatat masih surplus. Tahun berikutnya, produksi anjok menjadi hanya 240 ton. Dan dimulailah ironi kekurangan garam di negeri sendiri yang kaya air laut dan matahari.

Tercatat, pemerintah mulai melakukan impor ke beberapa negara untuk memenuhi konsumsi dalam negeri dan kebutuhan industri. Impor terbesar ke Australia sebesar 80%, disusul India 15%, China 3%, sisanya dari berbagai negara lain.

Pertanyaannya, mengapa produksi garam bisa turun begitu drastis hanya dalam hitungan satu tahun? Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan perikanan (DKP) Sudirman Saad mengakui ada kesalahan kebijakan yang diterapkan di masa lalu.

“Pemerintah sudah mempelajari dan memang ada kebijakan yang keliru. Terlalu liberal, dan banyak deregulasi yang membuat industri garam jadi korban. Jadi, persoalannya memang bukan cuaca semata,” katanya saat berbincang di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kebijakan yang terlalu liberal, terang Dirman mengakibatkan petani garam tidak mampu bersaing. Akhirnya mereka terbelit utang atau pun praktek ijon dari para rentenir.

Lanjut Baca »

  1. Kebutuhan garam perkapita di Indonesia sekitar 4 kg. Jika dikalikan 250 juta penduduk, berarti dibutuhkan 2.87 juta garam konsumsi pertahun. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan garam industri.
  2. Produksi garam pada 2010 hanya sekitar30.600 ton.
  3. Pada 2010, pemerintah mengimpor garam sebanyak 2,2 juta ton dari Australia (80%), India (15%) dan China (3%).
  4. Indonesia mulai melakukan impor garam sejak 1998. Pada tahun itu, produksi garam nasional anjlok, hingga tidak bisa mencukupi kebutuhan konsumsi dan industri. Situasi itu terus berlanjut hingga sekarang (2011).
  5. Pemerintah akhirnya menetapkan target swasembada garam kebutuhan konsumsi pada 2012, dan swasembada garam industri pada 2014.
  6. Mendukung kebijakan tersebut, April 2011, Menteri kelautan dan Perikanan bersama Menteri Perdagangan menetapkan harga garam nasional dari Rp325 menjadi Rp750 untuk KW1. Sedangkan KW2 dari Rp250 menjadi Rp550.

Foto: Media Indonesia/publish Media Indonesia 25 Mei 2011

 

PEMERINTAH menetapkan harga beli garam di kalangan petambak untuk meningkatkan produksi garam nasional yang terus anjlok sejak 1998. Hingga 2010, Indonesia terpaksa mengimpor sekitar 2,2 juta ton garam dari berbagai negara, terbesar  Australia (80%), disusul India (15%), dan China (3%).

Untuk garam KW1, ditetapkan harga beli dari petambak garam sebesar Rp750 per kg. Sedangkan Kaw2 Rp550 per kilogram. Sebelumnya, harga garam dipermainkan para tengkulak. Rata-rata untuk Kw1 dihargai Rp325 per kg dan Kw2 Rp250 per kg.

Untuk mengontrol harga garam, pemerintah menurut Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan perikanan (DKP) Sudirman Saad, sudah menyiapkan scenario pemulihan produksi garam. Secara garis besar penanganannya akan diberlakukan seperti beras.

“Saat ini sedang disiapkan koperasi di Sembilan daerah di Indonesia yang menjadi sentra garam. Nantinya, para petambak diarahkah menjual garam ke koperasi dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding harga pasar sebelumnya,” jelas Sudirman.

Dukungan pada kebijakan harga itu, terang Dirman, dirangkum dalam program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat atau disingkat PUGAR yang sebenarnya sudah dilaunching akhir tahun lalu oleh Wakil Presiden Boediono di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sistem kerjanya mengambil contoh petani kedelai di India. Pemerintah membantu membuat perusahaan di sebuah desa yang sahamnya dimiliki para petani. Mereka kemudian dibekali teknologi dan dibiarkan mengetahui harga kedelai diberbagai negara di dunia. Pada akhirnya tercipta harga kompetitif dengan petani-petani di belahan dunia lainnya.

Lanjut Baca »

TAHUN 2012 ditetapkan sebagai target pencapaian swasembada garam nasional untuk kebutuhan konsumsi. Sedangkan target swasembada garam industri ditetapkan tercapai pada 2014.

Untuk mencapai target tersebut, tahun ini pemerintah membentuk Tim Swasembada Garam Nasional yang berada di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Anggotanya terdiri dari departemen dan kementerian-kementerian terkait.

Departemen Kelautan dan perikanan (DKP) ditetapkan bertanggungjawab pada pencapaian swasembada garam konsumsi, sedangkan Departemen Perindustrian pada pencapaian kebutuhan swasembada garam industri.

“Pembagian tugasnya, Departemen Perindustrian lebih focus pada pola investasi dan ekstensifikasi,” terang Sudirman Saad, Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), DKP.

Untuk mewujudkan swasembada garam konsumsi, pada 2011 ini pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp90 miliar. Dana itu antara lain akan digunakan untuk mendirikan atau bekerjasama dengan koperasi yang sudah ada untuk menampung hasil panen para petambak garam.

Lanjut Baca »

CUKUP minum airkah Anda hari ini? Bagaimana cara mengetahui cukup atau tidak asupan air dalam tubuh kita?

Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia bekerjasama dengan Aqua Danone memunyai rumus yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya dengan melihat warna urine bisa diketahui apakah hari ini sudah cukup asupan air ke dalam tubuh kita?

Perhatikan gambar yang menyertai tulisan ini. Jika warna urine Anda  kuning dalam cakupan angka 1-3 seperti terlihat dalam gambar, maka bersyukurlah. Sebab itu berarti Anda berkecukupan minum airhari ini.

Selanjutnya, jika urine Anda masuk dalam tiga warna berikut dalam gambar 4-6, berarti asupan air hari ini harus ditambah. Warna yang cenderung oranye pada urine menunjukkan Anda kekurangan air minum.

Selanjutnya, berhati-hatilah jika warna urine Anda cenderung cokelat, seperti tampak pada gambar 7-8. Artinya, tubuh Anda benar-benar kekurangan cairan. Segera atasi dengan mengonsumsi ar putih lebih banyak. Jangan biarkan tubuh Anda bekerja keras tanpa asupan air, sehingga bisa merusak organ-organ penting di dalam tubuh.

Nah, mudah kan? Bagaimana warna urine Anda hari ini? Sudahkah cukup minumkah hari ini? Silakan cek sendiri! :D

PENGOBATAN tradisional timur mempercayai, pada dasarnya mekanisme tubuh manusia sudah mempunyai ritme sendiri untuk menjaga kesehatan. Hanya saja, manusia kerap mengabaikan dengan menjalani cara hidup tidak sehat seperti begadang dan makan berlebih. Berikut gambaran jam kerja tubuh saat harus mengeluarkan racun.

1.    Jam 21.00-23.00 (waktu system penghindar penyakit) : Saat itu harus tenang, mendengarkan musik. Hubungan suami isteri juga sebaiknya dilakukan saat itu. Tidak setelah jam 23.00.

2.   Jam 23.00-01.00 (pengeluaran racun empedu):  Terjadi saat kita tidur nyenyak.

3.   Jam 01.00-03.00 (pengeluaran racun lever):  Juga terjadi saat kita tidur nyenyak.

4.   Jam 03.00-05.00 (pengeluaran racun paru-paru):  Saat itu, mengapa penderita batuk seringkali mengalami puncak batuk-batuk. Sebab pengeluaran racun sampai pada medium paru. Jangan sekali-kali memberi obat pada penderita pada jam-jam ini.

5.  Jam 05.00-07.00 (pengeluaran racun usus besar):  Buang air besar sebaiknya dilakukan pada saat itu.

6.  Jam 07.00-09.00 (saat lambung menerima nutrisi secara maksimal): Sebaiknya sarapan atau makan pagi dengan nutrisi tinggi.

7.  Tengah malam-04.00 (ruas tulang belakang meproduksi darah):  Saat itu harusnya tidur nyenyak tidak begadang.

PENGOBATAN barat dan timur memang berbeda. Perbedaan itu tidak perlu diperdebatkan, karena seharusnya justru bisa saling melengkapi, saling mendukung.

Berikut ada panduan jam kerja tubuh manusia yang seringkali dikemukakan para ahli pengobatan China tradisional. Boleh dipercaya boleh tidak, boleh diikuti, boleh tidak. Tapi yang jelas bisa menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan kita.

- Jam 00.oo-00-01 (masa tidur ringan)

-  Jam 00.01 – 00-02 (masa pengeluaran racun)

Saat itu pengeluaran racun paling efektif dari seluruh organ dalam tubuh. Sebaiknya tidur nyenyak agar seluruh organ dalam bisa mengeluarkan racun dengan sempurna.

-  Jam 03.00 – 04.00 (masa reses tidur)

Sering terjadi anfal bagi penderita sakit di jam-jam ini. Juga sering terjadi kematian. Karena itu, kalau begadang jangan sampai lewat jam itu.

-   Jam 09.00-11.00 (Masa penyerapan sari atau gizi)

Saat itu puncak kemampuan dan daya ingat terbaik manusia. Juga merupakan saat terbaik untuk belajar dan mengerjakan sesuatu.

-   Jam 12.00-13.00 (masa reses atau istirahat)

Sebaiknya duduk tenang atau duduk sambil memejamkan mata. Sebaiknya tidak minum minuman keras, Sebab, selain mudah mabuk, juga bisa mengganggu lever.

-   Jam 14.00-15.00 (masa puncak)

Daya analisa dan kemampuan kreatif paling baik.

Lanjut Baca »

Fakta Seputar Air

Tahukah kamu, dari 250 juta penduduk Indonesia hanya 20% saja yang bisa memperoleh AKSES air bersih? Itu pun hanya 15% yang bisa terlayani dan dilayani perusahaan daerah air minum (PDAM). Sisanya, mencari sendiri entah dengan carta membuat sumur, menggunakan air tanah, membeli atau pun terpaksa menggunakan air berkualitas rendah atau tak layak konsumsi.

KUALITAS air menentukan tinggi rendahnya peradaban. Apa hubungannya air dan peradaban? Kenyataannya, kondisi air di suatu daerah/negara  berkaitan dengan cara pandang, nilai kehidupan, budaya, sikap, dan tingkah laku penduduknya.

Kualitas air yang terjaga, menunjukkan kesadaran penduduk suatu wilayah akan pentingnya air bagi kehidupan. Kesadaran itu tertanam dalam bentuk nilai, budaya, dan diimplementasikan dalam tingkah laku. Menjaga serapan air, tidak mengeksploitasi air tanah, tidak membuang sampah sembarangan, dll merupakan contoh prilaku hijau. Nah, bagaimana prilaku Anda?

Lepas dari itu, mari kita simak beberapa fakta tentang air yang diungkapkan dalam talkshow dan round table discussion yang diselenggarakan Bappenas dan produsen air minum kemasan Danone Aqua (3/5). Siapa tahu tulisan ini bisa mengubah sebagian prilaku kita terkait kesadaran pentingnya menjaga kualitas air di bumi.

Lanjut Baca »

Seven Wonders Idol

SUDAH dua kali tujuh keajaiban dunia dipilih dengan menggunakan  sistem idol. Artinya, pemenang didasarkan pada suara terbanyak. Dalam dunia pemasaran, pemilihan itu berarti tantangan untuk menjual produk. Dalam dunia pariwisata nasional, berarti kesempatan untuk menjual Indonesia. Di balik itu tersimpan ancaman kerusakan lingkungan dan habitat komodo yang hanya ada di Pulau Flores.

Terlepas dari pemasaran dan ancaman, belakangan terjadi kontroversi pemilihan 7 keajaiban dunia baru. Pemilihan pertama 7 keajaiban dunia dengan sistem suara terbanyak dilakukan pada 2006. Hasilnya, memunculkan perdebatan. Masyarakat Indonesia terkejut karena Candi Borobudur tidak lagi tercantum dalam tujuh keajaiban dunia.

Cara pemilihannya pun mengundang kritik. UNESCO yang berwenang menetapkan situs-situs warisan dunia, langsung menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitannya dengan badan internasional tersebut.

Selama ini, memang sudah beberapakali terjadi metamorfosis penetapan keajaiban dunia. Dalam wikipedia disebutkan, awalnya keajaiban dunia dipilih berdasarkan puisi seorang petualang, Antipater Sidon pada 140 Sebelum Masehi.

Kemudian terus berkembang dan ditetapkan oleh lembaga berbeda-beda, dan sekarang dikategorikan dalam beberapa pemilihan berdasarkan waktu pembuatan dan objeknya. Mulai dari keajaiban dunia kuno, keajaiban dunia pertengahan, keajaiban dunia alami, keajaiban dunia bawah air, keajaiban dunia modern, dan keajaiban dunia baru.

Candi Borobudur masuk dalam keajaiban dunia modern. Sedangkan new 7 wonders yang dimulai 2006 dan diumumkan 2007 masuk kategori keajaiban dunia baru. Kini, keajaiban dunia baru memasuki pemilihan kedua, dimulai 2008, pada 2010 ditetapkan 28 finalis, dan Indonesia masuk lewat binatang purba komodo yang hidup di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. ***

Foto: jurug.com

KOMODO memang kian tenar. Tahun ini kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Komodo dan sekitarnya di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur meningkat. Amankah untuk lingkungan?

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.